Senin, 01 Juni 2009

Batik tulis Gedog


Hai sobat AKSIS….. kali ini AKSIS bakal nampilin liputan yang tak kalah menarik dengan yang lainnya lho…!! Mau tau ga? So, lets read together, ocey!
Tahukah kamu tentang Batik Tulis Gedog? Yup, Batik Tulis Gedok merupakan budaya asli bangsa Indonesia yang terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sekarang marilah kita simak salah satu perusahaan Batik Tulis Gedog yang berada di Kecamatan Kerek Tuban.
Sejarah berdirinya:
Perusahaan Batik yang bernama “UD BUDI KARYA” ini berdiri pada tahun 1987 di kecamatan Kerek, Tuban. Awalnya usaha ini bernama KUB (Kelompok Usaha Bersama) yang terdiri dari 91 orang baik laki-laki maupun perempuan, dan di prakarsai oleh bapak Haji M. sholeh. Kelompok tersebut merupakan kelompok belajar paket A yang kebanyakan tidak bisa menulis, tapi sangat berbakat dalam bidang menggambar. Sehingga tersentuhlah hati nurani bapak HM. Sholeh untuk mendirikan Usaha Batik Tulis.
Namun ironisnya, ketika beliau ditnaya tentang siapa yang pertama kali membuat seni batik tulis gedog tersebut, beliau mengatakan sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa orang yang pertama membuat seni batik tersebut. Bahkan tidak sedikit mahasiswa dari universitas ternama gagal menemukan siapa pencetus batik gedog pertama kali. “ Karena memang dari dulu, telah ada pengrajin batik di daerah tersebut, “ ungkap pemilik usaha batik gedog.
Gimana sih caranya membuat Batik ??
Pertama, para pengrajin batik mengubah tumpukan kapas menjadi lembaran-lembaran kain putih. Setelah itu, barulah kain-kaintersebut dibatik dengan menggunakan canting dan “malam” sejenis benda seperti lilin yang di panaskan
( maksudnya bukan malam hari lho . . . ). Tahap selanjutnya adalah proses pengeringan selama kurang lebih 4 hari. Tahap inilah yang sering menjadi kendala bagi para pengusaha batik. Karena pasalnya, perusahaan belum memiliki alat pengering. Mereka bergantung pada terik matahari, sehingga pada musim penghujan, mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeringkan batik.
Perkembangan batik
Semakin hari, usaha Pak Sholeh berkembang menjadi usaha yang maju dan sukses. Jumlah pekerja yang awalnya hanya 3 orang, kini menjadi 125 orang yang setiap harinya bisa menghasilkan 250 lembar kain batik perhari, dengan macam-macam motif yang berbeda-beda. Misalnya motif ganggeng, burung jumprak, waluh, kemiri kutah, kijeng mireng dan masih banyak lainya. Daerah pemasarannya meliputi kota Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Jogjakarta, dan bahkan sampai di Bali, dan kota besar lainnya di Indonesia. Namun, tercapainya kesuksesan tersebut, juga tidak lepas dari campur tangan pihak lain seperti PT Semen Gresik, PLN Perak Timah, dan Perum Perhutani. Dan ternyata, sudah banyak sekali pengunjung dari dalam dan luar kota yang mendatangi perusahaan UD Budi Karya, untuk mengetahui proses pembuatan batik secara langsung.
“ Berkat hubungan baik saya dengan Ibu Heny Relawati, bapak presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun pernah mengunjungi usaha kami dan memakai produk kami “ ungkap beliau bangga. Tentunya, hal ini menjadi suatu penghormatan yang sangat membanggakan bagi UD Budi Karya. Dan untuk melestarikan busana batik, Pak Sholeh tidak tanggung-tanggung bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Tuban. Hasilnya, sekarang para pegawai negeri Sipil diwajibkan memakai busana batik setiap hari senin dan sabtu. Nah . . . dengan cara seperti ini, batik tidak akan pernah terlupakan dikalangan masyarakat.
Tentang si Empunya
Dibalik kesuksesan usaha batik, tentunya tidak lepas dari usaha dan kerja keras sang empunya. Pemilik nama lengkap Haji M. Sholeh ini berasal dari desa batu, Malang. Kemudian beliau merantau dari desa ke desa demi merubah nasib menjadi lebih baik. Akhirnya sampailah beliau di desa Kerek dan sukses mendirikan usaha Batik tulis. Trus, apa sich kiat-kiat beliau supaya jadi orang sukses? Ketika pertanyaan itu dilontarkan kepada beliau, beliau menjawab, “Kiat-kiat menjadi orang sukses yaitu,harus ulet,terampil,percaya, pergaulan luas dan yang paling penting terus berdo’a dan ikhtiar pada Allah.” Nah, temen-temen, berkat kiat-kiat ini juga beliau kini bisa menjabat sebagai Kadiknas kecamatan Montong. Wuih, hebat sekali bukan? Oke teman-teman,sebagai generasi penerus bangsa,patutlah kita meneladani beliau ini. Sampai jumpa…

0 komentar: